Eksekusi Tanah Adat Mayasih Menghilangkan Kedaulatan Masyarakat Sunda Wiwitan atas Tanah Adatnya

Eksekusi Tanah Adat Mayasih Menghilangkan Kedaulatan Masyarakat Sunda Wiwitan atas Tanah Adatnya

Siaran Pers

sobatkbb.org – Kesekian kalinya, aparat penegak hukum mencoba mengeksekusi tanah adat Mayasih. 2017 silam, eksekusi digagalkan oleh aksi damai masyarakat Sunda Wiwitan. Tahun ini kejadian itu berulang. Pengadilan Negeri Kuningan dengan Surat No. W.11.U16/825/HK.02/4/2022 memerintahkan pelaksanaan pencocokan (Constatering) dan sita eksekusi tanah adat Mayasih yang akan dilaksanakan pada tanggal 18 Mei 2022.

Keputusan tidak mempertimbangkan sejarah Sunda Wiwitan. Pasalnya tanah dan bangunan adat yang menjadi objek eksekusi, memiliki hubungan yang kuat dan menyejarah antara masyarakat adat Karuhun Sunda Wiwitan dengan leluhur. Komunitas ini merupakan kesatuan masyarakat adat yang sudah terbentuk sejak lama, bahkan sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia dibentuk. Selain itu mereka berpegang teguh terhadap norma serta aturan adat yang sudah mereka jalani sejak lama secara turun-temurun. Misalnya pengaturan tentang pertanian, hubungan sosial, penguasaan lahan yang komunal dll.

Hal ini berdasarkan pada beberapa dokumen penting yang dikeluarkan oleh Sesepuh terdahulu seperti: Pangeran Madrais Sadewa Alibasa dan Pangeran Tedjabuwana dengan memberikan Hak Pengelolaan Aset tersebut kepada tokoh-tokoh masyarakat. Ini tercatat dalam Surat Pernyataan tahun 1964 dan tahun 1975 oleh Pangeran Tedjabuwana. Dalam pernyataan tersebut Pangeran Tedjabuwana memberikan Mandat Pengelolaan aset-asetnya kepada tokoh-tokoh masyarakat yang lalu tokoh-tokoh itu mendirikan Yayasan dan menyerahkan pengelolaan aset bersama tersebut kepada Yayasan.

Dengan pengelolaan tinggalan Pangeran Madrais dan Pangeran Tedjabuwana oleh Yayasan maka pengelolaan aset tersebut bukan milik orang per orang/pribadi melainkan sebagai aset komunal, dan ditindaklanjuti oleh Yayasan Pendidikan Tri Mulya.

Dalam pembentukan negara, telah disepakati bahwa negara menghormati dan melindungi kesatuan masyarakat adat beserta budaya dan hukum adat yang mereka yakini. Itu ditegaskan dalam konstitusi kita Undang-Undang Dasar Repubik Indonesia Tahun 1945 pasal 18B ayat (2) “Negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat serta hak-hak tradisonalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang diatur dalam undang-undang.”

Dalam hal ini aparat penegak hukum harus secara komprehensif melihat persoalan eksekusi tanah bukan persoalan hukum semata. Jika eksekusi tetap dipaksakan, maka identitas masyarakat adat Karuhun Sunda Wiwitan dan hak mereka untuk beribadah, meyakini agama dan kepercayaan serta mengembangkan budaya telah dihilangkan secara paksa dan merupakan satu tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Maka dengan itu, Kami Solidaritas Korban Tindak Kekerasan Beragama dan Berkepercayaan (Sobat KBB) menyatakan sikap:

  1. Menolak pelaksanaan pencocokan (Constatering) dan sita eksekusi tanah adat Mayasih, karena tanah adat dan masyarakat adat merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.
  2. Meminta Presiden Jokowi agar mengukuhkan dan menetapkan kawasan Tanah Adat Mayasih menjadi tanah adat komunitas adat karuhun Sunda Wiwitan.
  3. Meminta DPR agar segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat. Selama RUU itu belum disahkan, persoalan seperti ini dikhawatirkan akan terulang kembali pada masyarakat adat lainnya di Indonesia.
  4. Mendukung perjuangan AKUR dan mengajak masyarakat untuk ikut serta mendukung kedaulatan masyarakat Kahurun atas tanah adatnya.
  5. Meminta aparat penegak hukum bersikap proporsional dan tidak semata hanya melihat sengketa tanah adat sebagai persoalan hukum semata, melainkan melihat tanah adat sebagai suatu kesatuan masyarakat adat yang harus dilindungi untuk menjaga pelestarian masyarakat serta kawasan adat.

Rabu, 18 Mei 2022

Usama Ahmad Rizal
Koordinator Divisi Advokasi Sobat KBB
CP: 081234505028

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Shopping Cart